Rabu, 14 November 2012

mahalul qiyam

Mengenai berdiri saat maulid ini, merupakan Qiyas dari menyambut kedatangan Islam dan Syariah Rasul saw, dan menunjukkan semangat atas kedatangan sang pembawa risalah pada kehidupan kita, hal ini lumrah saja, sebagaimana penghormatan yg dianjurkan oleh Rasul saw adalah berdiri, sebagaimana diriwayatkan ketika sa'ad bin Mu'adz ra datang maka Rasul saw berkata kepada kaum anshar : "Berdirilah untuk tuan kalian" (shahih Bukhari hadits no.2878, Shahih Muslim hadits no.1768), demikian pula berdirinya Thalhah ra untuk Ka'b bin Malik ra.
Memang mengenai berdiri penghormatan ini ada ikhtilaf ulama, sebagaimana yg dijelaskan bahwa berkata Imam Alkhattabiy bahwa berdirinya bawahan untuk majikannya, juga berdirinya murid untuk kedatangan gurunya, dan berdiri untuk kedatangan Imam yg adil dan yg semacamnya merupakan hal yg baik, dan berkata Imam Bukhari bahwa yg dilarang adalah berdiri untuk pemimpin yg duduk, dan Imam Nawawi yg berpendapat bila berdiri untuk penghargaan maka taka apa, sebagaimana Nabi saw berdiri untuk kedatangan putrinya Fathimah ra saat ia datang, namun adapula pendapat lain yg melarang berdiri untuk penghormatan.(Rujuk Fathul Baari Almasyhur Juz 11 dan Syarh Imam Nawawi ala shahih muslim juz 12 hal 93)
Namun dari semua pendapat itu, tentulah berdiri saat mahal qiyam dalam membaca maulid itu tak ada hubungan apa apa dengan semua perselisihan itu, karena Rasul saw tidak dhohir dalam pembacaan maulid itu, lepas dari anggapan ruh Rasul saw hadir saat pembacaan maulid, itu bukan pembahasan kita, masalah seperti itu adalah masalah ghaib yg tak bisa disyarahkan dengan hukum dhohir, semua ucapan diatas adalah perbedaan pendapat mengenai berdiri penghormatan yg Rasul saw pernah melarang agar sahabat tak berdiri untuk memuliakan beliau saw.
Jauh berbeda bila kita yg berdiri penghormatan mengingat jasa beliau saw, tak terikat dengan beliau hadir atau tidak, bahwa berdiri kita adalah bentuk semangat kita menyambut risalah Nabi saw, dan penghormatan kita kepada kedatangan Islam, dan kerinduan kita pada nabi saw, sebagaimana kita bersalam pada Nabi saw setiap kita shalat pun kita tak melihat beliau saw.
Diriwayatkan bahwa Imam Al hafidh Taqiyuddin Assubkiy rahimahullah, seorang Imam Besar dan terkemuka dizamannya bahwa ia berkumpul bersama para Muhaddits dan Imam Imam besar dizamannya dalam perkumpulan yg padanya dibacakan puji pujian untuk nabi saw, lalu diantara syair syair itu merekapun seraya berdiri termasuk Imam Assubkiy dan seluruh Imam imam yg hadir bersamanya, dan didapatkan kesejukan yg luhur dan cukuplah perbuatan mereka itu sebagai panutan, dan berkata Imam Ibn Hajar Alhaitsamiy rahimahullah bahwa Bid'ah hasanah sudah menjadi kesepakatan para imam bahwa itu merupakan hal yg sunnah, (berlandaskan hadist shahih muslim no.1017 yg terncantum pd Bab Bid'ah) yaitu bila dilakukan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapat dosa, dan mengadakan maulid itu adalah salah satu Bid'ah hasanah, Dan berkata pula Imam Assakhawiy rahimahullah bahwa mulai abad ketiga hijriyah mulailah hal ini dirayakan dengan banyak sedekah dan perayaan agung ini diseluruh dunia dan membawa keberkahan bagi mereka yg mengadakannya. (Sirah Al Halabiyah Juz 1 hal 137)
Pada hakekatnya, perayaan maulid ini bertujuan mengumpulkan muslimin untuk Medan Tablig dan bersilaturahmi sekaligus mendengarkan ceramah islami yg diselingi bershalawat dan salam pada Rasul saw, dan puji pujian pada Allah dan Rasul saw yg sudah diperbolehkan oleh Rasul saw, dan untuk mengembalikan kecintaan mereka pada Rasul saw, maka semua maksud ini tujuannya adalah kebangkitan risalah pada ummat yg dalam ghaflah, maka Imam dan Fuqaha manapun tak akan ada yg mengingkarinya karena jelas jelas merupakan salah satu cara membangkitkan keimanan muslimin, hal semacam ini tak pantas dimungkiri oleh setiap muslimin aqlan wa syar'an (secara logika dan hukum syariah), karena hal ini merupakan hal yg mustahab (yg dicintai), sebagaiman kaidah syariah bahwa "Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib", semua yg menjadi penyebab kewajiban dengannya maka hukumnya wajib. contohnya saja bila sebagaimana kita ketahui bahwa menutup aurat dalam shalat hukumnya wajib, dan membeli baju hukumnya mubah, namun suatu waktu saat kita akan melakukan shalat kebetulan kita tak punya baju penutup aurat kecuali harus membeli dulu, maka membeli baju hukumnya berubah menjadi wajib, karena perlu dipakai untuk melaksanakan shalat yg wajib .
contoh lain misalnya sunnah menggunakan siwak, dan membuat kantong baju hukumnya mubah saja, lalu saat akan bepergian kita akan membawa siwak dan baju kita tak berkantong, maka perlulah bagi kita membuat kantong baju untuk menaruh siwak, maka membuat kantong baju di pakaian kita menjadi sunnah hukumnya, karena diperlukan untuk menaruh siwak yg hukumnya sunnah.
Maka perayaan Maulid Nabi saw diadakan untuk Medan Tablig dan Dakwah, dan dakwah merupakan hal yg wajib pada suatu kaum bila dalam kemungkaran, dan ummat sudah tak perduli dg Nabinya saw, tak pula perduli apalagi mencintai sang Nabi saw dan rindu pada sunnah beliau saw, dan untuk mencapai tablig ini adalah dengan perayaan Maulid Nabi saw, maka perayaan maulid ini menjadi wajib, karena menjadi perantara Tablig dan Dakwah serta pengenalan sejarah sang Nabi saw serta silaturahmi.
Sebagaimana penulisan Alqur'an yg merupakan hal yg tak perlu dizaman nabi saw, namun menjadi sunnah hukumnya di masa para sahabat karena sahabat mulai banyak yg membutuhkan penjelasan Alqur'an, dan menjadi wajib hukumnya setelah banyaknya para sahabat yg wafat, karena ditakutkan sirnanya Alqur'an dari ummat, walaupun Allah telah menjelaskan bahwa Alqur'an telah dijaga oleh Allah.
Hal semacam in telah difahami dan dijelaskan oleh para khulafa'urrasyidin, sahabat radhiyallahu'anhum, Imam dan Muhadditsin, para ulama, fuqaha dan bahkan orang muslimin yg awam, namun hanya sebagian saudara saudara kita muslimin yg masih bersikeras untuk menentangnya, semoga Allah memberi mereka keluasan hati dan kejernihan, amiin.

====================================================================

Pada saat membaca doa tahiyat akhir dalam setiap shalat, kita selalu mengucapkan:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ

“assalamualika ayyuhan nabiy”, salam kepada Engkau wahai Nabi
Silakan diperhatikan redaksinya, pada saat menyebut Nabi dalam shalat kita diharuskan memakai kata ganti كَ atau kata ganti orang kedua atau dlamir mukhatab, yang berarti kamu atau anda. Kita tidak menyebut nabi dengan dlamir ghaib هُ atau dia, atau beliau. Kita menyebut Nabi dengan engkau. Ini artinya bahwa pada saat kita berdoa seakan-akan Nabi Muhammad SAW hadir di hadapan kita.
Kita bisa menyimpulkan bahwa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT dalam tahiyat akhir itu tidak akan diterima tanpa menyebut Nama Muhammad SAW, tanpa menghadirkan beliau.
Maka pada setiap doa, setelah kita berucap ”Alhamdulillah” segala puji bagi Allah, kita teruskan dengan membaca berbagai shalawat. Baru setelah itu kita sampai pada inti dari doa kita. Ini artinya saat berdoa, saat menyembah Allah harus ada makhluk Allah bernama Muhammad SAW. Kita membutuhkan Nabi Muhammad SAW saat berdoa kehadirat Allah SWT.
Begitu pentingnya kehadiran Nabi Muhammad SAW dalam setiap doa. Kita ambil contoh lagi, dalam tradisi warga pesantren, saat kita mengadakan ritual aqiqah atau acara syukuran untuk bayi yang baru dilahirkan. Keluarga bayi yang menyelenggarakan aqiqah tidak akan mengeluarkan bayi sebelum sampai pada momen mahallul qiyam, pada saat-saat kita berdiri membaca:
يَا نَبِي سَلَامْ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ

Silakan diperhatikan, dalam kalimat yang kita baca ”Wahai Nabi salam kepadamu, Wahai Rasul salam kepadamu”; seakan-akan Nabi hadir pada saat itu. Inilah urgensi dari ajaran tawashul kepada Nabi, atau memanjatkan doa dengan perantaraan Rasulullah SAW.
Demikianlah apa yang telah diajarkan oleh para ulama pendahulu kita, dan di Indonesia amaliyah ini ditransformasikan kepada umat melalui organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

MAHALUL QIYAMSIMTHUD DUROR

Asyraqal kawnub tihaajan,
Alam bersinar-sinar bersuka ria

Biwujudil musthafaa ahmad,
Menyambut kelahiran al-Musthafa Ahmad

Wa li ahnil kawni un sun,
Riang gembira meliputi penghuninya

Wa suruurun qad tajaddad,
 Sambung-menyambung tiada henti

Fathrabuu yaa ahlal matsyaanii,
Berbahagialah wahai pengikut al-Quran

Fahazaarul yumni gharrad,
Burung-burung kemujuran kini berkicau

Wastadhii’uu bi jamaalin,
Bersuluhan dengan sinar keindahan

Faaqa fil husni tafarrad,
Mengungguli semua yang indah tiada banding

Walanaal busyraa bisa’din,
Kini wajiblah kita bersuka cita

Mustamirrin laysa yanfad,
Dengan keberuntungan terus-menerus tiada habisnya

Haytsu uutiinaa ‘athaa an,
Manakala kita memperoleh anugerah

Jama’al fakhral muu abbad,
Padanya terpadu kebanggaan abadi

Fali rabbi kullu hamdin,
Bagi Tuhanku segala puji

Jalla an yahshura hul ‘ad,
Tiada bilangan mampu mencukupinya

Idz habaa naabi wujuudil al-mushthafaal haadii Muhammad
Atas penghormatan yang dilimpahkan-Nya bagi kita dengan lahirnya al-Musthafa al-Haadi Muhammad

Yaa rasuulal-laahi ahlan,
Yaa Rasulullah, selamat datang

Bika inna bika nas’ad,
Sungguh kami beruntung dengan kehadiranmu

Wabijaahih yaa ilaahii,
Semoga Engkau berkenan memberi nikmat karunia-Mu,

Judwa balligh kulla maqsh’ad,
Mengantarkan kami ke tujuan idaman

Wahdinaa nahja sabiilih,
Tunjukilah kami jalan yang ia tempuh

Kay bihii nus’ad wa nursyad,
Agar dengannya kami bahagia dan memperoleh kebaikan yang melimpah

Rabbi ballighnaa bijaahih,
Tuhanku, demi mulia kedudukannya di sisi-Mu

Fii jiwaarihi khayra maq’ad,
Tempatkanlah kami sebaik-baiknya di sisinya.

Washalaatul-laahi taghsyaa,
Semoga shalawat Allah meliputi selalu,

Asyrafar rusli Muhammad,
Rasul paling mulia, Muhammad

Wasalaamun mustamirrun,
 Dan salam terus-menerus

Jumat, 02 Maret 2012

senggol bacok


Pendukung klub PSIS Semarang yang dikenal dengan sebutan Snex, menyayangkan aksi pelemparan batu oleh sekelompok orang tidak dikenal terhadap pendukung Persijap Jepara yang akan memberikan dukungan kepada timnya saat bertanding melawan Persija Jakarta.

"Saya benar-benar menyayangkan insiden itu, mereka adalah oknum-oknum yang mengatasnamakan suporter, padahal kalau suporter asli tidak seperti itu," kata Ketua Umum Snex Edy Purwanto di Semarang, Sabtu.

"Saya sendiri kaget kenapa bisa terjadi insiden tersebut, padahal kita sekarang berada di Divisi Utama sedangkan mereka di Liga Super, kenapa bisa tahu jadwal mereka untuk mendukung timnya yang akan bertanding," kata Edy Purwanto yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Semarang tersebut.

Menurut dia, ia sudah menjalin komunikasi yang baik dengan suporter Persijap Jepara, baik Jetmen maupun Banaspati, bahkan setelah kejadian tersebut, ia juga berhubungan dengan mereka. Bahkan, mereka juga minta pengawalan saat suporter yang kini berada di Jakarta saat mereka pulang ke Jepara.

Menurut dia, pengurus Snex sudah melupakan perseteruan antara suporter PSIS dengan Persijap yang bermula dari kejadian kerusuhan antarsuporter kedua tim di Stadion Kamal Junaidi Jepara 12 Maret 2006 lalu. Ia menambahkan, ia sangat mendukung tindakan polisi yang mengamankan beberapa pelaku insiden tersebut.

"Kalau sudah memasuki ranah tindak kriminal, saya sangat mendukung upaya kepolisian," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat bus yang mengangkut suporter Persijap Jepara menuju Jakarta, Jumat (29/1) malam, sekitar pukul 22.30 WIB dirusak puluhan orang tak dikenal dengan cara dilempari batu saat melintas di Jalan Siliwangi Semarang.

Slamet Teguh Leksono (26), salah seorang suporter Persijap Jepara yang menderita luka pada bagian kepala, mengatakan bahwa ia ingin mendukung tim kesayangan bertanding dengan Persija Jakarta pada esok hari. Ia bersama ratusan pendukung lainnya menyewa tujuh bus.

Tujuh bus yang disewa pendukung tersebut adalah empat bus PO Gembira Ria, dua bus PO Yudha Ekspres, dan satu bus PO Gamping Surono.

"Saat bus melintas di Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, kaca bis bagian belakang yang saya tumpangi dilempar batu hingga pecah oleh dua orang yang mengendarai sepeda," katanya.

Ia menjelaskan, puncak perusakan bis terjadi di Jalan Siliwangi Semarang, tepatnya beberapa ratus meter setelah gerbang tol Krapyak arah ke barat.

"Ketika berada di lokasi perusakan, tiba-tiba massa yang tidak dikenal langsung melempari bus dengan menggunakan batu berukuran cukup besar," katanya.

Sekitar 100 orang lebih yang tidak dikenal, kata dia, langsung melempari bus dengan membabi buta hingga semua kaca bus pecah. Setelah kaca pecah berantakan, beberapa orang yang merusak tersebut kemudian masuk ke dalam bus untuk menganiaya serta melakukan perampasan terhadap barang-barang berharga yang dibawa para suporter Persijap Jepara yang menamakan dirinya Banaspati.

"Beberapa orang yang naik ke bus lalu meminta paksa uang serta telepon seluler, dan jika tidak diberikan mereka tidak segan-segan memukul dengan tangan kosong, bahkan batu bata yang telah dipersiapkan sebelumnya," ujar Slamet yang menderita luka di bagian pelipis kanan.

Ia menyebutkan, dari mulut para perusak bus yang memaksa naik ke bus tercium bau minuman keras yang cukup menyengat. Akibat kejadian tersebut, empat bus PO Gembira Ria mengalami kerusakan parah terutama pada kaca bus yang pecah berantakan termasuk interior bis.

Puluhan suporter yang berada di dalam bus dan menderita luka-luka karena terkena lemparan batu serta dianiaya dengan cara dipukuli beramai-ramai segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Jumat, 17 Februari 2012


alkamdulillah..
akhirnya PSIS ke Puncak Klasemen lagI...
..
Antusiasme warga Kota Semarang..sangat mendubrak semangat para pemain PSIS....